Wahyu Suparno Putro – Dale Collin Smith

Share This:

Puasa membawanya kepada HIDAYAH ISLAM.

Entah mengapa saya selalu terharu jika membaca kisah-kisah mu’alaf. Seandainya saya terlahir bukan dari keluarga muslim, apakah saya akan menemukan hidayah ?

Kisah ini saya kutip dari Swaramuslim.com, semoga bisa menginspirasi saudara-saudara kita yang lain.

Hidayah datang lewat berbagai cara. Seperti yang dialami oleh komedian bule Wahyu Suparno Putro Dale Collin Smith. Pria berdarah Scotlandia namun berkewarganegaraan Australia ini mengaku memeluk Islam lantaran ingin mengerjakan Salat Tarawih setelah ikut berpuasa Ramadan. Berikut kisahnya.

Tahun 1994 saya bekerja di Jogjakarta. Waktu itu saya dikontrak oleh sebuah penerbangan swasta di Indonesia, di bagian manajemen. Saat itu saya belum berkecimpung di dunia seni peran seperti sekarang ini. Kala itu saya beragama Budha. Dalam ajaran Budha kita diharuskan untuk belajar bertoleransi. Selama di Jogjakarta saya banyak bertemu dengan orang-orang yang beragama Islam. Saya kadang suka ikutan puasa bersama mereka saat Ramadan tiba. Alhamdulillah saya puasa full lho selama Bulan Ramadan itu.

Senang bisa puasa dan berbuka puasa bersama-sama mereka. Hanya saja saya merasa ada sedikit yang kurang dalam melaksanakan semua itu. Karena saya tidak bisa menjalani Salat Maghrib dan Salat Tarawih bersama teman-teman saya itu. Apa yang saya kerjakan terhenti begitu waktu berbuka puasa tiba. Hal itu berlangsung sampai tiga tahun lamanya.

Bangun Subuh
Selain itu, saya juga mengalami kejadian yang terbilang berbeda pula. Setiap hari saya selalu terbangun ketika azan Subuh berkumandang. Itu terjadi setiap hari tanpa terkecuali. Peristiwa itu akhirnya saya tanyakan kepada bapak angkat saya. Kebetulan ketika saya mulai tinggal di Jogja, saya bertemu dengan seorang bapak yang akhirnya saya anggap seperti ayah sendiri. Jadi kalau saya ada apa-apa biasanya bertanya kepadanya.

Waktu itu dia menyarankan saya untuk menanyakan hal itu kepada seorang ustadz yang biasa dipanggil Pak Haji, yang tinggal di belakang rumah saya. Saat itu Pak Haji bilang kalau kita terbiasa bangun subuh tanpa memakai jam beker, berarti malaikat mulai dekat dengan kita. Sehingga kita suka terbangun ketika subuh tiba. Dari situlah saya akhirnya mulai banyak belajar tentang Islam.

Lebih Tenang
Saya belajar Al Quran dari Pak Haji. Setelah saya merasa benar-benar mantap, akhirnya saya masuk Islam. Bukan berarti dalam agama Budha saya tidak merasa tenang, tetapi saya merasakan kalau ajaran Budha lebih mirip prinsip hidup daripada agama. Sementara Islam mengajari hubungan vertikal antara hamba dengan Tuhannya. Jadi inilah yang membuat saya merasa cocok dan merasakan adanya ketenangan setelah mempelajari Islam.

Kalau ditanya, kenapa saya beragama Budha bukannya Kristen. Itu mungkin disebabkan karena saya lebih tertarik dengan Budha. Kebetulan kedua orang tua saya tidak beragama. Mereka menyerahkan urusan agama kepada saya, mana yang saya rasa cocok ya silakan dipeluk. Dulu sewaktu saya berumur sekitar sepuluh tahunan, di sekolah saya banyak mendapatkan cerita tentang Gandhi. Beliau pribadi yang penuh kasih. Dan saya memang menyukai pribadi orang yang seperti itu. Saya tipe orang yang tidak bisa menyakiti orang. Saya tidak menyukai peperangan dan memukul orang. Waktu itu saya berpikir misi Budha cocok untuk saya. Makanya saya pilih Budha (Nyambung nggak ya sama Gandhi ? – amanah).

Tapi selama itu saya merasa ada sesuatu yang kurang dalam jiwa saya. Dan sekarang saya sudah dewasa dan jauh lebih matang. Jadi melihat segala sesuatunya tidak serba hitam putih saja. Namun ada sisi yang lain. Saya tidak langsung menurut dan terpengaruh atas apa yang saya baca. Saya melakukan sesuatu aras panggilan jiwa bukan hitam putih lagi.

Masuk Islam
Saya masuk Islam sekitar tahun 1999 di Jogjakarta, di sebuah mushola di belakang rumah saya. Sewaktu saya berikrar masuk Islam, saya sempat ditanya mengapa saya masuk Islam. Saya jelaskan kalau itu panggilan jiwa saya. Mereke bertanya seperti itu karena di sana baru saja terjadi suatu peristiwa, di mana terdapat suau kelompok orang yang masuk Islam, tapi belakangan diketahui dia masuk Islam dengan tujuan untuk merusak Islam dari dalam. Mereka bertanya apakah apakah saya termasuk kelompok itu. Ya saya jawab bukan, karena saya juga baru mendengar ada kejadian sepert itu untuk pertama kalinya. Saya katakan saya masuk Islam dari hati nurani. Sewaktu saya membaca shahadat saya terharu sekali, sampai menitikkan air mata. Saya merasa seperti ada yang menyentuh kepala saya.

Saya diberi nama muslim Wahyu oleh ayah angkat saya. Waktu itu saya meminta untuk tidak diberi nama Muhammad, karena hampir semua orang bule yang masuk Islam namanya Muhammad. Saya ingin berbeda. Saya juga mencantumkan nama bapak angkat saya Suparno di belakang nama Wahyu, untuk menghormati beliau.

Kebetulan kedua orang tua saya sudah meninggal dunia semua. Jadi saya sudah menganggap beliau seperti orang tua saya sendiri. Mereka tinggal di Jogjakarta saat ini. Setiap lebaran tiba, saya pasti merayakannya bersama mereka. Kini keinginan saya hanya satu, ingin bisa memberangkatkan haji keduanya. Setelah keduanya bisa berhaji, barulah saya mempersiapkan diri untuk berhaji.

Diambil dari kumpulan kisah mualaf tabloid Nurani, yang diterbitkan ke dalam buku Hidayah Allah untuk Para Pendeta, JP Books, Surabaya, Maret 2007.

28 thoughts on “Wahyu Suparno Putro – Dale Collin Smith”

  1. Subhanalloh walhamdulillah..telah kembali satu anak manusia kepada agama yang merupakan fithroh umat manusia di dunia ini, begitu mahalnya harga sebuah hidayah dan taufik dari ALLOH Azza waJalla hingga tidak semua orang dapat memperolehnya kecuali orang-orang yang dikehendaki tuk mendapat hidayah Alloh tersebut.
    Buat kita-kita yg lebih dulu muslim semoga menjadi bahan renungan dan intropeksi sudahkah kita menjalankan agama yg hanif ini sesuai dengan tuntunan Rosululloh Shollallohu alaihi wa ala alihi wasallam ?? karena tidaklah cukup pengakuan saja tanpa adanya pengamalan seperti kebanyakan orang-orang di sekitar kita yg ber-KTP kan muslim namun didalam keseharian amalan mereka malah jauh dari tuntunan Alloh dan RosulNya, wallohul musta’aann…(DAN HANYA KPD ALLOH SAJALAH KITA MEMOHON PERTOLONGAN)
    semoga Alloh meneguhkan iman dan islam kita hingga akhir hayat dan mengumpulkan kita bersama-sama dengan para: Nabi-NabiNYA, para Syuhada’, para Shiddiqqien dan orang-orang yg istiqomah didalam keimanan mereka kepada Alloh,para malaikatNya,Kitab-kitabNya,para RosulNya dan kepada taqdir yg baik maupun yg buruk Aamieenn yaa mujiebassaailin
    tuk akhiefillah (mas wahyu suparno salam kenal) barokallohufiekum

  2. Ass… wr… wb… Salam kenal buat Mas Wahyu
    Alhamdullilah mas wahyu udah nemuin hidayah terbesar dalam kehidupan dan semoga semakin mendalam ilmu keislamannya.Amien.
    Tetap berbagi crita kebaikan islam kepada siapapun, ok….

    Wass…wr…wb…

    Fitri

  3. Ass. Wr.Wb,… aq dah sering liat Mas Wahyu di TV, tapi diacara “Mas wahyu mudik”. Ada yang beda ketika mas wahyu pake sarung, baju koko dan topinya untuk mengikuti takbir di mushollah.
    Boleh kan aq jadi secret admirenya MW ?
    Terima kasih.

    -Yana-

  4. Ass. Wr,Wb,

    Salam kenal buat mas Wahyu
    Semoga selalu istiqomah dalam menjalani kehidupan ini, karena tidak semua orang dapat hidayah seperti mas Wahyu.

    Tks

    * Neni *

  5. Ass. Wr. Wb.
    Salam kenal buat mas Wahyu Suparno. Boleh minta No. telp atau alamat Mas Wahyu yang bisa dihubungi ? Saya hanya ingin berkenalan dan bersilaturahim dengan Mas Wahyu. Trims ya.

  6. Ass salam Ta’aruf buat mas wahyu, semoga 4JJI SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah, kesehatan, kelancaran rizki serta di mudahkan dalam segala urusan buat mas wahyu amin. boleh tahu email pribadi dan alamatnya mas wahyu,terima kasih sebelumnya

  7. Assalamu’alaikum wr.wb

    Membaca perjalanan kehidupan spiritual anda, saya sangat berharap bisa berdialog dg mas wahyu, sehubungan dengan teman saya (Pria) yang ingin jadi mualaf (WNA). Saya sangat berterima kasih bila mas wahyu bersedia membantu dengan berdialog melalui e-mail pribadi,
    Saya sangat ingin mas wahyu berbagi cerita dengan teman saya (bahasa jd kendala kami),
    Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya untuk teman saya & kita smua…amien
    saya tunggu balasannya
    wassalam

  8. Assalam…..
    Whaah, saya ga nyangka ada situs seperti ini tentang saya! Jadi malu & sekalian kaget! Terima kasih banyak untuk semua orang yang baik hati & memperhatikan saya. Insya Allah saya & Trans 7, di program Rahasia Sunnah, akan bermanfaat bagi semua Umat Muslim, Amien. Harap maklum, aggak mustahil untuk memberikan nomor HP saya di forum terbuka seperti ini. Tetapi sewaktu2 tidak sibuk dengan Jadual shooting, saya buka friendsterku. Silahkan bergabung dgn alamat yahooku! Terima kasih kepada suharyantoharyanto untuk membuka situs ini & jangan lupa…. discriminasi adalah dosa, apalagi diantara saudara/i Islam kan? Berati… kata bule (apalagi “bule gila”grrr), Londo, nama sebelum mualaf dll harap dikuburkan 🙂 Tetap nonton Rahasia Sunnah ya, biar Mas Wahyu bisa tetap eksis… hehehehe, Wassalam dari Mas Wahyu.

  9. Matur Nuwun Mas Wahyu, akhirnya sampeyan mampir juga ke pekarangan saya. Tidak ada terpercik niat secuilpun untuk mendiskriminasi seseorang dalam tulisan ini, saya semata-mata hanya kagum kepada orang2 yang masuk Islam karena benar-benar tahu kebenaran Islam. Seandainya saya terlahir bukan dari keluarga muslim, saya gak tahu apa saya bisa mengetahui kebenaran Islam. Sugeng Rawuh dalam keluarga besar. Nawaitu-nya adalah mudahan tulisan ini bisa menginspirasi kawan-kawan lain (yang belum masuk Islam), bukankah dakwah itu wajib semampu kita ? Salam.

  10. Assalamualaikum pa Suharyanto,

    trimakasih sekali rubrik u/k berkirim salam sama mas wahyu bisa aku sampaikan disini.

    Mas atau pa Wahyu ya ?,aku kagum akan sosok mas wahyu yang sangat ingin terus menggali dan mendalami islam.Jarang sekali ada orang yang terguguah hati,hanya karna Hidayah Allah u/k meu sungguh2 memeluk Islam.Mantan suami saya WNA asal KORSEL,namanya Hwang In Sop kemudian diganti Abdullah,saya sangat berharap dia bisa dan meu menekuni Islam setelah masuk Islam.Awalnya sama seperti Mas Wahyu dia Budha,sampai sampai pernikahanpun dia artikan salah,dia suka main perempuan,tp,itu dianggap dia bukan suatu dosa.Malah saya yg berdosa selalu menasehati,ya,karna prinsip dan tetap perbedaan terus diantara kita,akhirnya aku memutuskan cerai.aku juga punya anak laki2 dr pernikahan aku.walaupun kita pisah baik2.Maaf seribu maaf,kadang jujur,saya shalat saya mendambakan suami seperti mas wahyu.Tapi,manusia tidak sama semuanya.
    Saya kagum dengan beliau,
    trimakasih pa Suharyanto,dsemoga mas wahyu suparno putro bisa membalas ke e-mail saya.mungkin kita bisa sharing.
    Oh,ya saya dulu sering ke Jogja,biasanya study tour di Candi Prambanan,tp dulu,waktu sekolah dikampung,ikut nenek.tpo,setelah nenek tidak ada,saya kembali ke Jakarta,dengan orang tua saya.
    Wassalamualikum.Salam Indri Tyanita.

    1. Terima kasih, sudah saya sampaikan langsung ke Mas Wahyu, semoga berkenan membalas email Anda.
      Salam,

  11. Assalamualaikum.
    Terima kasih lagi Mas suharyantoharyanto & teman2 untuk semua perhatian anda. Sampai saat ini saya masih kaget ada orang yang begitu baik sama saya.
    Sayang sekali saya jarang punya waktu untuk berkomunikasi seperti ini, harap maklum, jika tidak shooting saya sibuk dgn anak2ku.
    Kalau boleh jujur, kadang2 saya merasa jengkel dengan orang yang tidak punya wibawa yang sopan & mencerminkan keimanan yang semestinya. Seperti Indri, saya kadang2 frustrasi sama orang yang cuma “talk the talk”. Tapi kadang2 juga saya ingat bahwa cuma Allah SWT yg bisa memberikan Hidayah & jalan untuk belajar yang bener. Cuma… apakah kita manusia bisa & mampu membuka mata & hati kepada Nya? Tentu tidak selalu! Saya tidak sempurna, anda juga tidak sempurna… memang kita diciptakan begitu kan? Maka (walapun saya sendiri masih sering gagal) kita harus sabar, sabar & sabar dengan orang yang belum dapat belajaran yang setingkat dengan kami. Yang bikin saya jengkel adalah orang yang panggil saya dengan kata2 yang discriminatif (Bule, Londo, Mister, dll), membuka omong tanpa “Assalamuilaikum” (ga ada kata yang lebih indah di telingahku), orang yang triak kencang jika omong dan orang yang omongin saya didepan saya tetapi mereka omong terbuka seperti saya tidak bisa dengar atau lihat apa yang mereka lakukan. (kadang2 bikin saya bener2 sakit hati). TETAPI Itu adalah kelemahan saya & bukan orang itu! (maka jangan kagumi sama saya… kagum sama Allah SWT saja). Mungkin sikap saya bener terhadap orang yang bikin saya jengkel tetapi kita tidak boleh mencari kebenaran diri sendiri kan? kita harus sabar, memaklumi, tahan emosi & rendah hati. Mampu? kalau saya jujur…kadang2 saja…. Nah… bulan puasa tahun ini… bagaimana jika kita semua mencoba meningkat kesabaran kita? setuju? Oya… dan ingat bahwa semua kaum Muslim adalah saudara/i kita.. bukan orang asing lagi kan? Alhamdulillah… Wassalam : )

    1. Assalamu’alaikum Wr Wb.

      Aku termasuk yang suka menonton Rahasia Sunnah nya Mas Wahyu di TV. Dan setelah baca sedikit info mualafnya Mas Wahyu, aku ingin mendorong agar beliau juga turut menjelaskan magna Islam kepada sesama orang bule (maaf mungkin menyinggung) atas banyaknya kesalah pahaman orang bule (barat) terhadap agama Islam. Dan, Mas Wahyu juga bisa membentuk Majelis Mualaf khusus orang bule, agar nantinya ketika ada bule2 yang lain ingin menjadi mualaf bisa difasilitasi bertemu dengan para ‘Alim yang ada di indonesia yang Mas Wahyu kenal tentunya. Akhirnya aku hanya bisa berdo’a semoga Mas Wahyu dan mualaf yang lain serta Kaum Muslimin semuanya selalu ada dalam petunjuk Allah SWT. Amin !!!

  12. Assalamu’alaikum wr wb
    pa Suharyanto, bisakah saya dikenalin sama mas wahyu? Saya ngefans dengan dia, saya akan senang jika mas wahyu suparno putro bisa membalas ke e-mail saya, mungkin kita bisa berteman dan sharing.
    Oh,ya saya asli jogya dan tinggal di yogya, jadi kalo mas wahyu lagi mudik ke Jogja siapa tahu bisa ketemu. trimakasih
    Wassalamualikum wr wb.

  13. Ass.mas wahyu….
    nie me9a,me9a maU miNta aLaMat aNd nO tLp mas wahyu dOnk.Insya allah me9a sama iBu ku maU siLatuRaHim ke ruMah mas wahyu. . . . . .
    TeriMa KasiH. . . . . . .
    Wass.

  14. Ass.mas Wahyu….
    salam ta’aruf dari saya.sebelumnya saya minta maaf kalau kata2 saya ga berkenan di hati mas.karna saya ga bisa bicara basa basi.mungkin saya ga pantas mendapatkan seorang spt mas Wahyu.Tapi Mas, sy slalu memimpikan pny pedamping spt mas Wahyu.karna biasanya seorang mualaf lebih serius mendalami islam yang nantinya bs jadi imam yg baik di keluarga.tapi kalau saat ini mas sdh pny pasangan.anggap saja kata2 saya ini sbg angin lalu.sekali lg sy mohon maaf atas kelancangan saya.kalau mas berkenan menjawab ini,bisa lewat email saya. Terima Kasih mas Wahyu buat waktunya,jg buat mas Suharyanto yg sdh memberi kesempatan buat sy,skali lg Terima Kasih.

  15. Ilmu selamat di Indonesia biar tenar dan dapt job yang lumayan, coba si Colin dale itu tinggal di Afgan! mau gak dia jadi Muslim di sono,
    main ke forum kita dunk di indonesia.faithfreedom.org/forum/
    sangat menarik bahasannya di situ

  16. @ sick mind :
    Saya pernah masuk ke situs itu, dan isinya tidak lain hanyalah hinaan kepada Islam dan muslim. Situs itu penuh dengan petikan ayat Alquran maupun hadits yang interpretasinya telah disesuaikan dengan keinginan si pemilik situs.
    Dan karena Anda menyarankan untuk mengakses faith freedom Indonesia, saya jadi mengerti kenapa Anda menamai diri Anda ‘sick mind’.

  17. Assalamu’alaikum ya akhi wahyu, ana sheva..
    Boleh minta alamat email n alamat tinggalnya??? Ana pengen silaturahmi sma akhi wahyu, syukron sblmnya…. Assalamu’alaikum

  18. Assalamu alaikun wr.wb
    Mas Wahyu boleh tahu email pribadi mas wahyu?Saya tinggal di Jogja dan saya punya kakak Ipar (Suami kakak perempuan saya) namanya Owen yang sama persis dg mas Wahyu akan tetapi kakak ipar saya ini belum masuk Islam tp ada ketertarikan untuk masuk ksana.Saya mohon kiranya mas Wahyu dapat membantu kakak Saya agar dia dapat menemukan hidayahnya sperti halnya dengan yg terjadi terhadap mas Wahyu.Dan sesungguhnya orang yang membantu orang lain masuk Islam pahalanya sama seperti orang yang membangun masjid.Saya mohon mas Wahyu dapat membantu kakak Ipar saya menemukan jalan Islamnya.Oh ya,Owen atau kakak ipar saya tinggal di melbourne,Australie.Akan tetapi saat ini dia sedang di Jogja untuk menemani kakak saya pulang kampung.Mohon kiranya Mas Wahyu dapat membaca pesan saya agar suatu saat saya dapat mempertemukan mas Wahyu dengan kakak Ipar saya.Trima kasih sebelumnya dan wassalamu alaikum wr.wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *