Hary Crab, Kepiting Enak ala Samarinda

Share This:

Konon kalau di Hongkong atau Shanghai pada bulan-bulan Oktober dan Nopember ada sajian istimewa yang disebut Hairy Crab atau Kepiting Berbulu. Tapi saya yakin Hary Crab (bukan hairy) yang ada di Samarinda ini tidak ada hubungannya sama sekali. 🙂

Nama Hary Crab pun juga bukan mengambil nama saya pastinya, melainkan nama sang pemilik, Cak Heri yang asal Jawa Timur.

?
Sederhana bukan ? (dokpri)
?
tuh kan mirip warung sari laut Lamongan (dokpri)

Malam itu saya bersama isteri dan anak saya berkesempatan lagi (khususnya saya) untuk menikmati sajian kepiting Hary Crab. Kebetulan isteri dan anak saya belum pernah makan di situ. Jadilah kami deal untuk makan malam di salah satu malam dalam perjalanan wisata kami ke Samarinda. Makan kepiting di Hary Crab mengingatkan saya dulu sering bawa tamu makan di tempat itu.

Dari hotel Bumi Senyiur tempat kami menginap, dengan mobil sewaan kami menuju tempat warung Hary Crab. Tak susah kami mencari alamatnya di Jalan Pahlawan, karena 2 tahun saya pernah tinggal di kota itu kurun waktu 2004 – 2005. Tempatnya di Jalan Pahlawan, persis di simpang tiga Jl. Kulintang. Jika anda dari arah Plasa Mulia / Hotel Mesra / Balai Kota, tepatnya di kanan jalan sehingga anda mesti putar balik.

Masih sama seperti dulu, bentuknya dan penampakannya masih berkonsep warung dengan tenda didepan dan bangunan permanen di belakang. Meja panjang berlapis taplak plastik plus kursi plastik khas warung Sari Laut Lamongan yang ada di seantero wilayah Indonesia. Yang membedakan adalah bangunan di sampingnya. Info dari tukang parkir yang ada di situ, bangunan tersebut  sudah dibeli oleh Cak Heri guna memperluas warungnya. Tempat baru yang di sebelah bangunan lama terlihat cukup bagus dan bersih dengan lantai keramik. Tapi kami sengaja memilih bangunan lama yang open space alias di luar, supaya kena angin semilir hehe…

Untuk kelas warung, saya rasa harganya cukup mahal, yakni Rp. 100.000,- untuk satu porsi kepiting besar berisi 1 ekor kepiting. Yah, gakpapa kan tidak tiap hari juga hehe…

Kalimantan Timur selain berkelimpahan sumber daya alam, ternyata juga berkelimpahan kepiting. Konon kepiting yang berukuran besar didatangkan langsung dari Tarakan (sekarang Kalimantan Utara).

Saya tentu tidak akan membahas cara Cak Heri memasak kepiting-kepiting bersama dengan saosnya, kenapa bisa begitu enak dan pas dilidah. Yang jelas itu bukan bidang saya hehee… Itu bidangnya Pak Bondan Winarno dan para chef lainnya.

Sore itu kami memilih kepiting asam manis dan lada hitam, kerang rebus serta ayam kampung goreng buat anak saya. Dan begitu pesanan tiba, hmm…. tanpa babibu, tanpa sungkan, kami memainkan 2 tangan 10 jari untuk mematahkan kepiting-kepiting itu dan mengorek isinya. Hahaha sadis… Maklum di Banjarmasin tidak banyak alternatif rumah makan yang menyediakan kepiting ala Kaltim ini.

?
kamera HP saya sampai nggak muat (dokpri)
?
kerang rebus (dokpri)
?
dan ini hasilnya (dokpri)

Daya beli masyarakat Kaltim memang cukup tinggi. Kepiting kelas warung dengan harga ‘segitu’ tetep saja ramai. Sore itu kami datang ba’da Maghrib dan ternyata warung sudah cukup ramai. Parkir sudah penuh alias epet-epetan antara satu mobil dengan mobil lainnya.

Nah bagi anda yang berkesempatan mengunjungi Samarinda, boleh anda coba. Jika di Balikpapan ada Kepiting Kenari dan Dandito, maka di Samarinda ada Hary Crab.

3 thoughts on “Hary Crab, Kepiting Enak ala Samarinda”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *