Soto Banjar H Anang Ayam Bapukah

Ayam Bapukah (dokpri)
Ayam Bapukah (dokpri)

Kekayaan khasanah kuliner nusantara kita tak ada habisnya. Masing-masing daerah menawarkan resep dan cita-rasanya sendiri-sendiri. Meski kadang bahan serta namanya sama, namun cara penyajiannya sering kali berbeda.

Di Kota Banjarmasin, banyak warung makan yang menyediakan menu utama soto. Memang soto banjar sudah menjadi kuliner khas kota ini dan sudah terkenal hingga kemana-mana. Kali ini kita akan berkunjung ke sebuah warung soto yang mempunyai ciri khusus dalam penyajian sotonya. Kenapa khusus ? Ya, penyajian ayamnya bukan dipotong, melainkan dipatahkan atau dalam bahasa Banjar “bapukah.” Oleh karenanya nama lengkap warung ini menjadi warung Soto Banjar H. Anang Ayam Bapukah.

Waung Soto H Anang (pcm)
Waung Soto H Anang (pcm)

Warung soto H. Anang menempati bangunan sederhana di tengah kota Bajarmasin, yakni di Jl. Pekapuran A RT. 8 RW. 02 Banjarmasin. Tempat makannya sangat sederhana dengan meja kayu dan kursi plastik tanpa sandaran. Namun jangan salah, cita-rasanya tentu tidak sesederhana tempatnya. Dan ini sudah diakui para penggemar soto Banjar hingga puluhan tahun.

Soto Banjar H. Anang Ayam Bapukah telah berjalan hingga tiga generasi dalam kurun waktu sekitar 50 tahun.  Kini warung tersebut dikelola anak cucu H. Anang.

Cara penyajian ayam dengan cara “bapukah” telah menjadi icon warung ini. Saking terkenalnya, cara ini juga banyak ditiru warung soto lain. Kini warung soto H Anang Ayam Bapukah menambahkan satu kekhasan lagi yaitu “bapulas.” Maksudnya selain ayamnya dipatahkan juga bapulas atau dalam bahasa Indonesia diputar. Kreatif bukan..

Anang Abdul Samah dan isterinya Hj. Rohana merintis usaha warung ini dari awal. Hingga sekarang, untuk mempertahankan serta menjaga cita-rasa kuah sotonya, mereka masih tetap turun tangan. Jadi meski anda makan di salah satu cabangnya, rasanya akan tetap sama.

Kini Soto Banjar H Anang Ayam Bapukah membuka beberapa cabang yakni di Teluk Dalam, Sultan Adam dan S. Parman. Selain tempat-tempat tersebut berarti bukan cabangnya. Jangan terkecoh ! Hehehe

Saat hari libur, pelanggan yang datang tak hanya dari dalam kota Banjarmasin, melainkan berasal dari Barabai, Amuntai, Tanjung bahkan dari Bandung dan  Jakarta.

Bahkan pada jam-jam tertentu, terkadang pelanggan harus menunggu dulu agar kebagian tempat duduk. Tak heran jika dalam 1 hari, warung ini memerlukan setidaknya 70 sampai dengan 80 ekor ayam.

Warung soto ini mulai buka pukul 6.30-17.30 WITA. Lakasi cubai ! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *