15 Lokasi Syuting AADC2 di Jogja yang Super Keren

Jujur saja, saya nggak ikut euforia nonton film AADC-1 yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal dll tahun 2002 lalu. Tapi bukan berarti saya tak tahu ceritanya. Waktu itu saya sedang tugas di Bandung. Hampir tiap hari radio-radio anak muda di Bandung semua mengulas cerita film itu. Bahkan puisi yang dibawakan Dian Sastro pun banyak mendapat rikues di radio-radio tersebut.

Lain cerita dengan film AADC-2 kali ini. Saya udah nonton tanggal 4 Mei 2016 lalu, kira-kira 10 hari setelah acara Gala Premiernya 23 April 2016, saat antrian masih mengular di bioskop-bioskop hehe… Dalam film ini akhirnya terbongkar bahwa ternyata kita kena tipu, mereka (Rangga dan Cinta) bukan tidak pernah ketemu selama kurun 14 tahun terakhir. Ternyata mereka bertemu di New York tahun 2006. Nah loh… Tapi saya nonton film AADC-2 bukan karena penasaran dengan kelanjutan kisah Rangga dan Cinta lho ya.

Kembali ke laptop. Film ini dalam penggarapannya 70% mengambil lokasi di Jogja. Sebagai orang Jogja (Bantul tepatnya) yang kini berdomisili di Banjarmasin, saya nonton karena penasaran saja. Mau tahu lokasi-lokasi mana saja yang dijadikan lokasi syuting film ini. Beberapa film bersetting Jogja pernah saya tonton. Dan kadang saya kecewa, protes dengan beberapa hal yang menurut saya salah atau kurang pas. Misal penyebutan lokasi yang salah, pengucapan bahasa Jawa (Jogja) para bintangnya yang ‘wagu’ dan banyak kewaguan lainnya. Tentu bagi warga Jogja ini hal wajar. Kami tahu betul tempat-tempat itu, kalau dalam penyebutannya saja salah, kan nggak enak banget.

Alhasil setelah nonton film itu, …. ternyata diluar dugaan saya. Saya kira hanya lokasi-lokasi mainstream macam Malioboro, Kraton, Taman Sari, Alun-alun Kidul dll yang sudah lazim saya dan wisatawan lain kunjungi. Ternyata beberapa  lokasi yang dijadikan lokasi syuting AADC2 bukanlah lokasi mainstream. Sebagai wong Jogja aseli, beberapa tempat tersebut memang sudah akrab dan pernah saya kunjungi, beberapa merupakan lokasi lama tapi belum pernah saya datangi, dan beberapa beberapa lainnya bahkan belum ada saat saya tinggal di Jogja dulu, alias masih baru.

Nah, karena lokasi dan viewnya yang asyik dan tidak umum, rasanya saya perlu tulis buat referensi anda semua yang mau ke Jogja berwisata sekaligus mencocokkan lokasi tersebut dengan film AADC-2 yang baru saja anda tonton. Kira-kira judulnya Wisata AADC-2… hehe.

Oke mari kita mulai.

  1. Villa Sunset
Villa Sunset (foto : klikhotel.com)
Villa Sunset (foto : klikhotel.com)

Vila ini menjadi pilihan tempat menginap Geng Cinta untuk menginap selama di Jogja. Lokasinya yang berada di dusun, di pelosok Bantul sana membuat tempat ini cocok bagi yang mencari ketenangan sambil mengintip sunset yang memang bisa dinikmati dari vila ini. Tepatnya di Dusun Sambikerep, Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul.

  1. Pasar Legi Kotagede
Pasar Legi Kotagede (foto : yogyakarta.panduanwisata.id)
Pasar Legi Kotagede (foto : yogyakarta.panduanwisata.id)

Ada 2 pasar yang konon dipilih menjadi lokasi blusukan Geng Cinta dan Rangga yang hunting foto. Ya, bukan Pasar Beringharjo yang merupakan pasar terbesar di DIY, melainkan Pasar Legi Kota Gede dan Pasar Prawirotaman. Mungkin sutradara ingin menghadirkan suasana lain dari yang biasanya. Pemilihan lokasi ini melengkapi beberapa sudut yang menjadi khas Jogja. Geng Cinta blusukan ke pasar, minum es teh, serta beberapa gang yang menjadi lokasi mereka naik sepeda. Kalo anda jeli, maka akan terlihat peringatan-peringatan khas kampung di Jogja seperti Awas Asu ! Ngebut Benjut ! nongol di film ini sehingga memperdalam kesan Jogjanya.

Sepedaan (miles film)
Sepedaan (miles film)
  1. Viavia Artisan Bakery
Viavia Bakery (foto : heytheresia.com)
Viavia Bakery (foto : heytheresia.com)

Jika dilihat dari alamatnya  Jl. Menukan, Yogyakarta, kalau tidak salah lokasinya deket dengan Radio Yasika FM. Dulu sering lewat jalan itu. Nah dari tempat inilah Karmen pertama kali melihat Rangga yang lalu dilaporkan ke Cinta. Tempatnya gampang dicari karena bangunannya yang khas dan cukup menyolok.

  1. Greenhost Boutique Hotel
Hotel unik (foto : greenhost hotel.com)
Hotel unik (foto : greenhost hotel.com)

Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman merupakan akomodasi bintang empat yang terkenal dan instagenic di Yogyakarta. Nggak heran kalau pihak produksi film AADC-2 melirik hotel ini sebagai salah satu lokasi syuting.

Dalam film itu, konon pameran seni instalasi Eko Nugroho yang memang menjadi salah satu tujuan Cinta ke Jogja diadakan di hotel ini.  Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman juga menjadi tempat pertemuan Cinta dan Rangga setelah 9 tahun, ingat, bukan 14 tahun ya… menyesatkan itu hehe…

Hotel yang terletak di Jl. Prawirotaman 2 ini menawarkan sebuah penginapan nyaman yang bernuansa alam dengan nuansa tanaman hijau yang menyegarkan. Layak menjadi pilihan menginap saat liburan ke Jogja.

 

  1. Sellie Coffee
Sellie Coffee (foto : miles film)
Sellie Coffee (foto : miles film)

Di kafe inilah Cinta mengatakan kalimat yang fenomenal itu. “ Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu, jahat !” Mungkin nanti kafe ini akan berganti nama menjadi Kafe Rangga Jahat hahaha…. Sellie Coffee tempatnya juga agak mblusuk menurut saya, tepatnya di Jalan Gerilya 882, Prawirotaman 2, Brontokusuman, Yogyakarta.  Memang lokasinya berada di kawasan turis. Dari Pasar Prawirotaman masuk ke Timur atau lewat Jl. Sisingamangaraja. Menu yang ditawarkan antara lain Cheese Milk, Black Coffee Kendari, singkong goreng dan Crispy. Jam bukanya pkl 13.00 – 23.00 WIB.
alterntif text

  1. Padepokan Bagong Kussudiarja
Padepokan Pak Bagong (foto : miles film)
Padepokan Pak Bagong (foto : miles film)

Mau tahu tempat Cinta menampar Rangga dalam AADC-2 ? Di sinilah tempatnya. Rumah dengan cat warna kemerahan ini bukan sembarang rumah. Rumah model ndeso ini adalah Padepokan Pak Bagong Kussudiarja terletak di Desa Kembaran, Kasihan, Bantul. Obyek wisata ini merupakan rumah budaya yang dikelola oleh Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK). Dalam adegan filmnya ada figuran laki-laki naik sepeda pake blangkon, bikin penonton tersenyum hehe… Bagi yang belum tahu Pak Bagong itu siapa, beliau adalah seorang koreografer dan pelukis, ayah dari seniman Djaduk Ferianto dan Butet Kartarajasa yang kini tenar dalam serial sentilan Sentilun di sebuat televisi swasta.

  1. Gudeg Mantrijeron

Makan gudeg memang menjadi salah satu agenda yang disusun geng Cinta selama liburan di Jogja. Di tempat ini juga mereka memberi hadiah gelang sebagai tanda persahabatan buat Karmen. Pertanyaannya, kenapa bukan gudeg Bu Slamet, Yu Djum atau Gudeg Pawon yang lebih terkenal ? Nah kalo itu saya pun tak tahu jawabannya, silakan tanyakan ke Riri Riza dan Mira Lesmana hehe…. Penting ?

Pengambilan gambar Geng Cinta makan gudeg (foto : liputan6.com)
Pengambilan gambar Geng Cinta makan gudeg (foto : liputan6.com)
  1. Pantai Parangkusumo
Parangkusumo (foto : miles film)
Parangkusumo (foto : miles film)

Mungkin Riri Riza sebagai sutradara memilih Pantai Parangkusumo yang letak nggak terlalu jauh. Kali-kali…. namanya juga nebak. Soalnya masih banyak pantai yang lebih indah, bukan berarti Parangkusumo tidak indah lho. Tapi ya sudahlah gak usah dibahas. Yang jelas di Parangkusumo anda bisa bercanda dengan gumuk pasir terbentuk di situ. Jika ingin naik bendi bisa juga. Pantai ini Cuma bersebelahan dengan Pantai Parangtritis. Dari Pojok Beteng Wetan, tinggal ambil lurus ke arah Selatan melewati Jalan Parangtritis. Dalam film AADC-2, geng Cinta sempat berwefie-ria di lokasi ini. Lokasi ini deket dengan rumah saya… dan nggak ada hubungannya  🙂

  1. Kraton Ratu Boko

Komplek Kraton Ratu Boko berada di sebelah Selatan Candi Prambanan. Konon dibangun pada abad ke delapan Lokasinya sedikit di atas perbukitan, sehingga tempat ini juga merupakan spot apik untuk menikmati sunset di Jogja.

Kraton Boko (foto : klikhotel.com)
Kraton Boko (foto : klikhotel.com)

Istana ini seluas 250 ribu meter persegi ini terdiri dari gapura utama, candi pembakaran, lapangan, kolam, pendopo, paseban, hingga gua. Lotaknya dari Candi Prambanan ke selatan melalui Jalan raya Piyungan, tepatnya di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Pesen saya, jangan lupa bawa kamera waktu kesini, tempatnya keren banget buat foto.

  1. Sate Klathak Pak Bari
klathak
Nglathak (miles film)
klathak1
Warungnya di dalam pasar (net)

Setelah dari Kraton Boko, Rangga dan Cinta makan sate klathak di warung ini. Warung ini sudah terkenal di jagat perklathakan di Kota Jogja. Namanya Sate Klathak Pak Bari. Sekali lagi tempatnya pun sedikit tidak lazim. Pak Bari setiap malam membuka warung satenya di los pasar Wonokromo. Dari perempatan Jejeran ke arah Selatan sedikit, lalu ada jalan masuk ke kiri (Timur). Di situ ada beberapa warung sate yang konon cikal bakalnya sate klathak. Kalau nggak salah ada Pak Bari dan Pak Jono.

Sudah tahu sate klathak kan ? Sate kambing dengan potongan agak besar hanya dilumuri garam dan ditusuk di jeruji sepeda. Konon, kunci rahasia kelezatan Sate Klatak Pak Bari terletak di tusukan jeruji sepeda yang merupakan konduktor pengantar panas yang sempurna, sehingga daging kambing matang dengan merata. Meski irisannya besar, tapi dagingnya empuk sekali. Harga per porsi lengkap, isi dua tusuk 20 rb saja. Maaf kalo sudah naik hehe…

Bagi orang Jogja, apalagi Bantul, makan di dalam pasar sih biasa saja, tapi bagi wisatawan daerah lain hal ini akan menjadi pengalaman yang keren. Coba ya !

  1. Klinik Kopi
Pepeng Klinik Kopi (kompas.com)
Pepeng Klinik Kopi (kompas.com)

Dalam ceritanya, Rangga punya kedai kopi di NY bersama temannya. Nah, malam itu mereka juga mampir ke sebuah kedai bernama Klinik Kopi. Saya rasa kedai ini akan segera semakin ngehits oleh karena keunikannya. Bagaimana Pepeng Klinik Kopi berakting dengan keceriwisannya menjelaskan asal muasal kopinya hingga pengolahannya. Klinik Kopi mengolah dan memproduksi kopi sendiri, mulai dari memilih biji kopi lokal terbaik, menyangrai biji kopi, hingga proses penggilingan. Nggak heran kalau cita rasa dan kulitas kopi di kedai yang berdiri sejak tahun 2013 ini memang khas dan ok banget.

Selain itu, Klinik Kopi juga menjual biji-biji kopi terbaik khas daerah-daerah di Indonesia seperti Arabica Pelebib dari Papua, Arabica Aka Gadang dari Solok, hingga Arabica Nagari Lasi dari Bukittinggi. Catet dalam daftar kunjungan anda ya.

Alamat Klinik Kopi Jalan Kaliurang KM. 7,8, Gang Bima, Sinduharjo, Ngaglik, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

  1. Pappermoon Puppet Theatre
Secangkir Kopi dari Playa (foto : inclovermag.com)
Secangkir Kopi dari Playa (foto : inclovermag.com)

Selain ngopi dan wisata kuliner, reunian Rangga dan Cinta dalam menyelesaikan urusannya juga sempat mampir ke sebuah pertunjukan seni teater boneka. Namanya Pappermoon Pupper Theatre, berlokasi di Jl. Langensuryo KT II No. 176. Teater yang digawangi oleh Maria Tri Sulistyani dan Iwan Effendi tersebut menghadirkan cerita “Secangkir Kopi dari Playa.”  Rangga dan Cinta yang memang berjiwa seni, suka dengan puisi, tak salah mereka melirik seni pertunjukan ini.

Pappermoon Puppet merupakan sebuah grup teater boneka yang berdiri sejak tahun 2006. Grup teater ini sudah cukup terkenal di Yogyakarta, bahkan mancanegara.

  1. Resto Bu Ageng
bu ageng 1
Suasana Resto Bu Ageng (foodservicetoday.com)
Bu ageng 23
Bukti saya pernah ke sini hehe (dokpri)

Saat Rangga dan Cinta asik makan sate klathak, anggota geng lainnya menunggu mereka di Bu Ageng. Resto Bu Ageng ini adalah milik keluarga budayawan Butet Kertaradjasa yang dikelola isterinya. Warungnya khas masakan Jawa, lebih spesifik lagi masakan rumahan.

Lokasi restoran ini gampang ditemukan, tepatnya di Jalan Tirtodipuran No. 13. Beberapa waktu lalu saya sempat mencoba makan di resto ini.

  1. Rumah Doa Bukit Rhema
Gereja Ayam (foto : Klikhotel.com(
Gereja Ayam (foto : Klikhotel.com)

Dua lokasi terakhir ini memang berada di luar propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, melainkan di Magelang. Lebih dikenal dengan Gereja Ayam, dari bentuknya yang mirip ayam padahal pernah dengar menurut pendirinya, Daniel Alamsyah adalah Merpati.

Gereja ini didirikan untuk tempat berdoa. Melihat fisik bangunan memang sekilas tidak terawat, ternyata bangunan memang belum jadi. Konon pembangunannya terhenti tahun 2000 karena kendala dana.

Gereja Ayam terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah, atau sekitar 45 km dari pusat kota Yogyakarta. Buat anda yang hobi fotografi, rasanya wajib datang ke sini. Lokasi dekat dengan Punthuk Setumbu jadi bisa sekalian liburan di dua tempat.

  1. Punthuk Setumbu
punthuk setumbu 2
Borobudur di kejauhan (foto : harnas.com)
punthuk setumbu 1
Ramai wisatawan di Punthuk Setumbu (jogjadailytour.com)

Saat Rangga mengajak Cinta ke Punthuk Setumbu, saya sempat mengernyitkan dahi, merasa asing, dimana itu. Ternyata itu lokasinya di Magelang. Kali ini ngaku kalah saya sama Rangga. Hehe… Saya belum pernnah ke Punthuk Setumbu.

Jika Kraton Ratu Boko merupakan tempat menyaksikan matahari terbenam di Yogyakarta, maka bukit Punthuk Setumbu justru menghadirkan pemandangan matahari terbit yang luar biasa dengan latar Gunung Merapi. Bukit ini berada 400 mdpl, waktu terbaik datang ke sini adalah subuh, sebelum matahari terbit. Selain pemandangan sunrise yang keren, dari sini juga bisa melihat kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian.

Bukit Punthuk Setumbu terletak tidak jauh dari Candi Borobudur, tepatnya di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, atau sekitar satu jam berkendara dari pusat kota Yogyakarta. Area ini biasanya ramai saat pagi hari, apalagi saat liburan tiba.

Oh ya, ada tambahan lokasi lagi yaitu Jl. Ngadisuryan 51 yang dipakai sebagai alamat tinggal Ibunya Rangga. Nah saya nggak tahu itu alamat siapa, silakan cek sendiri hehe.

Oh ya, dalam ceritanya Geng Cinta sempet clubbing disebuah tempat dan kebetulan Kill The DJ sedang menyanyikan lagu Ora Minggir Tabrak. Jangan salah, syairnya penuh makna kehidupan. Lokasi clubbingnya konon di Oxen Free di Jalan Sosrowijayan.

Selain beberapa tempat eksotis di Jogja dan sekitarnya, film ini juga menampilkan beberapa seniman Jogja. Selain Eko Nugroho seniman patung, Pepeng seniman kopi, ada juga Marzuki Muhammad Kill The DJ yang menyanyikan lagu penuh makna berjudul “Ora Minggir Tabrak.’ Marzuki Muhammad adalah pendiri Jogja Hip Hop Foundation (JHF) pada tahun 2003 guna mempromosikan aliran RAP berbahasa Jawa, keren kan. Dan kalo diperhatikan saat actionnya di film AADC2, kaosnya itu lho, tulisannya Jogja Ora Didol (Jogja Tidak Dijual / Not For Sale) Ini kampanye semacam protes sosial warga Jogja. Maaf saya tidak membahasnya di sini karena nanti jadi terlalu berat tulisannya.

Demikian tadi review 15 tempat wisata yang digunakan untuk syuting film AADC-2 yang layak anda kunjungi saat di Jogja. Semua keren-keren dan Jogja banget. (*)

Baca Juga :

  1. Jogja, Republik Bakmi Jawa
  2. 10 Tempak Makan Enak di Jogja
  3. 10 Kuliner Enak Banjarmasin

11 thoughts on “15 Lokasi Syuting AADC2 di Jogja yang Super Keren”

  1. mbiyen sempat ikutan euforia aadc 1……maklum penasaran banget waktu itu, film yg digadang-gadang membangkitkan dunia perfilman indonesia yang mati suri…tergerus oleh film-film esek2 cengcengpo ya memang terbukti setelah era aadc itu sineas2 muda bermunculan film2 indonesia yang berkwalitas tumbuh…………..aadc2 ini sebetulnya pengin banget nonton banget, karena jadwal ngglidik yang masih menderu alhasil ditahan dulu hasratnya, bagiku magnet aadc2 bukan pada pertemuan rangga dan cinta yang telah berpisah selama 15 tahun tapi magnet yang sebenarnya adalah setting lokasinya yang di jogjakarta, ….ya jogjakarta kota yang cukup menorehkan sejarah nostalgia bagi saya, kota barometer intelektual indonesia mengutip UNISI FM hehhehe, kota yang selalu menyapa dengan penuh kesemangatan romantisme dan kesahajaan….love jogja and you ..nek iki mengutip GERONIMO FM

    1. Berarti motivasi kita podho pakdhe Ali… (Emang kita semestinya SATU HATI…) Saya lebih keJogjaannya juga kok. Pokoke Love Jogja n U …!
      Hehe…

    1. Ntar judulnya jadi 16 dong mbak hehe…. emang betul masih ada beberapa sebenernya. Makasih udah mampir ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *