Begini Cara Menuju Melaka dari Kuala Lumpur

Tahun 2011 saya pernah mengunjungi kota ini. Waktu itu kami dan rombongan berangkat dari Johor, karena pesawat yang kami tumpangi mendarat di Singapura.

Kali ini saya mencoba rute baru, yaitu dari KL dan backpackeran bersama isteri dan anak.

Setelah membaca beberapa tulisan mengenai perjalanan ke Melaka dengan kendaraan umum, rasanya perjalanan akan nampak mudah. Hanya saja cuaca yang sedikit tidak bersahabat. Langit KL tampak gelap, mungkin sebentar lagi akan turun hujan.

Baca juga : Central Market, Surganya Oleh-oleh di KL

Untuk mempersingkat waktu, kami menggunakan Grab dari hotel tempat kami menginap di kawasan Bukit Bintang menuju KL Sentral, ongkosnya RM 8. Dari KL Sentral  anda bisa memilih alternatif moda transportasi menuju TBS berikut ini :

1. Menggunakan LRT Kelana Jaya Line arah Gombak, anda beli tiket tujuan  Masjid Jamek seharga RM 1.6 (6 menit). Selanjutnya berganti LRT Sri Petailing Line tujuan Putra Heighjjts, turun di Stasiun Bandar Tasik Selatan, ongkos RM 3,6 (17 menit). Dari Stasiun Bandar Tasik Selatan anda harus menyeberang jembatan penyeberangan dan sampailah di Terminal Bersepadu Selatan (TBS).

2. Menggunakan KLIA Transit yang juga berangkat dari KL Sentral. Kereta ini singgah di beberapa stasiun dan berhenti di stasiun akhir KLIA dan KLIA2. Dari KL Sentral menju TBS ongkosnya RM 6,5 (13 menit). Jangan salah naik KLIA Express, karena kereta ini tidak berhenti di Bandar Tasik Selatan, melainkan langsung ke KLIA, namanya juga Express.

3. Alternatif ketiga adalah menggunakan KTM Komuter Seremban Line. Ini adalah yang paling ekonomis daripada 2 alternatif sebelumnya. Anda hanya perlu merogoh kocek RM 2,4 (16 menit). Kelemahannya adalah KTM ini frekuensinya tak sesering LRT, dan kadang sering terlambat. So, sesuaikan dengan waktu anda, tinggal anda cermati jadwal keberangkatan yang termpampang jelas di monitor.

Alternatif nomor 3 inilah yang akhirnya kami pilih. Kebetulan KTM datang hanya terlambat 1 menit dari jadwal seharusnya. Perjalanan 16 menit pun tak terasa dan akhirnya kami tiba di TBS.

Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menyeberang melalui jembatan penyeberangan. TBS (Terminal Bersepadu Selatan), terminal yang mungkin mirip dengan bandara kelas 2 di Indonesia, modern dan bersih. Jangan bayangkan seperti terminal bus di Indonesia yang begitu kita jalan langsung dipepet calo. Di sini nggak ada calo hehe…. Di situ tertera tulisan Sistem Tiket Berpusat alias Centralized Ticketing System dimana kita bisa membeli tiket ke semua jurusan, langsung pilih tempat duduknya. Hmmm…. lagi2 saya mengumpat dalam hati, kapaaan negara kita bisa seperti ini.

Jadi sistem di terminal ini sudah sama persis dengan apa yang biasa kita temui di bandara. Jadwal keberangkatan dan operator bus yang pasti (kalo di bandara berarti maskapai penerbangannya) termapang jelas di layar monitor. Jika ada yang delay maka tertulis delay, dan seterusnya. Saat masuk ke ruang tunggu pun kita harus melakukan scanning QR code yang tercetak pada boarding pass. Ini yang membuat kami sebagai turis, meski baru sekali datang ke TBS merasa aman, sama sekali tidak ada kekhawatiran untuk menggunakan transportasi umum di kota ini.

Singkat cerita dengan menujukkan passport, akhirnya kami peroleh tiket bas (di Malay bus disebut bas). Oh ya ongkos ke Melaka RM 10 per kepala, ya setara Rp. 34.000,- (kurs saat ini)..

Tiketnya dah mirip boarding pass

Dan akhirnya Bas Melor Interline yang kami tumpangi melaju cepat ditengah gerimis menuju Melaka. Ada beberapa operator bas tujuan Melaka, diantaranya Melor, KKKL, Delima dan lainnya. Anda bisa memilih operator atau juga menyesuaikan keberangkatan. Tiket bas juga sudah bisa dipesan secara online melalui aplikasi di gadget anda.

Tiga Jam di Melaka

Setelah 2 jam menempuh perjalanan sejauh 115 km dari TBS, akhirnya kamipun tiba di  Melaka Central (terminal bas Melaka). Kedatangan kami kami disambut hujan yang makin deras.  Terminal yang mungkin tidak semewah TBS, tapi masih OK lah. Banyak pedagang dan kedai makanan bagi yang mau mengisi perut, harganya pun masih relatif bersahabat dengan rupiah kita hehe…

Setelah memastikan ke bagian informasi, kamipun memilih bas jalur 17 untuk menuju kawasan Gereja Merah dan Jonker Street.

Yang bikin kesel adalah menunggu bas satu ini. Setelah tanya ke petugas dan dibilang tunggu aja sekejap datang, ternyata 1 jam kami dan banyak wisatawan harus menunggu. Konon bas ini setiap 20 menit berangkat, tapi hari ini tak kunjung nongol. Setelah 1 jam akhirnya datang juga.

Saat naik kita harus menyebutkan tujuan kepada driver, lalu kita membayar cash kepadanya. Busnya memang sudah agak butut, terlihat dari tempat duduknya kumal, ACnya udah agak parah. Tarifnya sih tergolong murah, hanya RM 1,5 per orang dari Melaka Central ke Gereja Merah, setara goceng lah.

Tiket Bas Panorama (Bus Kotanya Melaka)

Dan akhirnya eng ing eng…. setelah melewati jalanan sempit di kota Melaka, sampailah kami di tujuan.  Sayang hari hujan, jadi kami tidak bisa mengeksplor Melaka  secara penuh. Kami tidak sempat ke Kapal Portugis, menjelajahi sungai dengan Melaka River Cruise dan naik becak berhiasan bunga.

Mungkin ini tandanya kami harus ke sini lagi suatu saat… amien.

Puas foto dan menikmati es cendol Melaka kamipun harus bergegas kembali ke KL. Takut kesorean, akhirnya kami naik Grab dengan ongkos yang berkali-kali lipat dibanding bas Panorama tadi (hiks ….)

Sambil menunggu bas ke KL, kami sempatkan makan nasi campur di sebuah kedai.

Kedai Mc Station namanya
RM 31 makan bertiga …

Setelah membeli tiket di mesin tiket, akhirnya kami mendapatkan Bas Melor lagi. Dan perjalanan ke TBS malam itu sangatlah luar biasa, hampir 5 jam, padahal berangkatnya tadi pagi hanya 2 jam untuk jarak yang sama. Ternyata Minggu malam orang kembali ke KL, kira-kira begitulah sehingga jalan tolpun padat merayap.

Penampakan TBS dari Jembatan Penyeberangan
Di Depan Konter Tiket TBS
Ruang Tunggu TBS
Penampakan Bas Melor
Kemegahan Terminal Bersepadu Selatan
Di depan Gereja Merah
Di Depan Jonker Street
Suasana Terminal Bas Malaka Central

1 thought on “Begini Cara Menuju Melaka dari Kuala Lumpur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *