Bakmi Mbah Mo, Warung Bakmi Legendaris Bantul

Biasanya orang mencari warung makan yang memberikan pelayanan cepat, tempatnya strategis, harga murah dan sebagainya. Kira-kira seperti rumus 4P dalam Teori Marketing Mix-nya Jerome McCarthy. Namun keanehan terjadi saat kita membicarakan warung makan yang satu ini. Mungkin warung ini menjadi salah satu pengecualian dari teori itu. Betapa tidak, untuk mendapatkan satu porsi bakmi godog atau goreng kita harus menempuh perjalanan yang sangat jauh (untuk ukuran sekedar mencari makan), dan kalaupun sudah sampai lokasi kita harus menunggu lama untuk dilayani.

Ya, Bakmi Mbah Mo. Nama yang sangat populer di kalangan pencinta kuliner. Sabtu pekan lalu saya berkesempatan pulang kampung ke Bantul untuk sebuah urusan. Tak lupa saya menyempatkan diri untuk sekedar menikmati lezatnya bakmi jawa yang tidak pernah saya dapatkan saat berada di Banjarmasin, tempat domisili saya sekarang.

Bakmi Mbah Mo lokasinya cukup jauh, yakni sekitar 13 km dari pusat Kota Jogja. Lokasi tepatnya di Desa Code, Bantul. Rute yang saya sarankan jika anda ingin menuju lokasi adalah melewati Jalan Parangtritis. Setelah menemui perempatan (traffic light) Manding ambil jalan ke arah barat (kanan), kemudian bertemu dengan perempatan jalan lingkar luar Bantul, ambil arah ke utara (kanan) sampai menemui Desa Code. Setelah ketemu plang Warung Bakmi Mbah Mo, anda harus belok ke kanan masuk Desa Code sekitar 100 m. Menurut pengamatan saya, cukup mudah mengikuti arah sesuai petunjuk plang. Namun apabila masih kesulitan, anda bisa bertanya ke penduduk setempat.

Menurut informasi, warung bakmi ini memulai aktivitasnya pukul 5 sore. Tepat pukul 5 lewat 20 menit sore itu saya sampai di lokasi. Saya sengaja memilih waktu lebih awal dengan harapan warung masih belum ramai sehingga saya tidak perlu antri lama. Sesampainya di lokasi, nampak sudah ada 5 mobil dengan plat nomor luar Jogja terparkir rapi di tempat parkir, ditambah beberapa sepeda motor. Nampak yang empunya warung sudah mulai sibuk dengan aktivitasnya melayani pembeli. Kita dipersilakan menulis sendiri makanan dan minuman yang ingin kita pesan dalam secarik kertas yang sudah disiapkan, lalu diserahkan ke pelayan. Tak perlu bertanya menu apa saja yang tersedia, kita bisa membacanya di spanduk besar yang menempel di dinding ruangan. Sayapun menyerahkan catatan pesanan sambil bertanya, “antri pinten Pak ?” (antri berapa pak ?). “Tigo welas, mas”. Hmmm…. bakalan satu jam menunggu, pikir saya.

Tampilan Warung Bakmi Mbah Mo (Agt 2012)

Meskipun lokasinya sangat jauh, bahkan boleh dibilang mblusuk desa, bahkan konon tempatnya dulu dekat kandang sapi (pengamatan saya sekarang kandang sapi sudah tidak ada lagi hehehe), namun Warung Bakmi Mbah Mo tak pernah sepi pengunjung, dan itu hampir tiap hari. Pengunjung kebanyakan berasal dari luar kota, seperti sore itu waktu saya lihat plat mobil yang parkir . Ada plat B, H, AD, namun ada juga yang berasal dari Jogja.

Disamping tempatnya yang jauh, untuk menikmati sepiring bakmi di warung ini, anda juga harus bersiap antri. Kenapa demikian ? Karena bakmi di warung ini dimasak satu persatu dengan menggunakan api dari arang dengan tungku yang disebut anglo, jadi pasti memakan waktu lama. Tapi itulah seninya. Sore itu saya harus menunggu 45 menit untuk mendapatkan seporsi bakmi godog (menunggu antrian 13 porsi).

Makin malam warung ini semakin ramai dan atrian semakin panjang. Saya menyaksikan sendiri saat satu rombongan pengunjung datang akhirnya memilih membatalkan pesanan karena melihat nomor antrian dimana mereka harus menunggu hingga 30 porsi lagi. Saya dan pengunjung di sebelah saya yang ternyata satu keluarga asal Klaten tersenyum.

Perlu 45 menit saya menunggunya 🙂

Untuk seporsi bakmi godog dan teh tawar panas, saya cukup membayar Rp. 14.000,- Harga yang menurut saya cukup terjangkau.

Saat saya keluar dari warung, masih banyak mobil luar kota yang berdatangan. Begitulah, di sebuah sudut desa di Bantul, sebuah harmoni tercipta. Warung klangenan yang menyimpan beberapa keunikan yang tak akan anda temukan di tempat lain. Dan saya yakin jika anda sudah pernah merasakannya pasti akan ketagihan, meski harus menunggu 2 jam sekalipun hehehe. Selamat mencoba.