Ayam Goreng Mbah Cemplung …. (Mangan Enak Cara mBantul 2)

Share This:

Maksud hati ingin makan di Ayam Goreng Mbah Cemplung di pusatnya yang berada mblusuk di Sendang Semanggi, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Setelah melewati rute berkelok-kelok melewati Pabrik Gula Madukismo, belok kanan, belok kiri, lalu kanan lagi dan entah berapa kali belok, akhirnya kami sampai di Warung Makan Ayam Goreng Mbah Cemplung. Tapi apa mau dikata, pengunjung di sana siang itu luar biasa membludak. Mungkin karena masih dalam suasana Lebaran sehingga jumlah orang yang mudik atau liburan ke Jogja tak terhitung lagi, tumpah ruah sampai jalanan macet.

Begitu kami masuk dan pesan sudah langsung disambut dengan jawaban “ini bakalan lama lho mas, soalnya antrian panjang, dan sudah banyak yang kecewa lalu pergi sambil ngomel, padahal sudah kami bilangin dari awal.” Lalu saya jawab, “nggih mbak matur nuwun, amargi sampun kaliren, kulo pindah mawon, hehehe.”

Karena sudah hampir jam 2 siang dan perut sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya kami putuskan untuk coba di cabangnya saja. Semoga tidak antri, pikir kami.

Segera kami tancap gas memutar lewat Desa Wisata Kasongan. Oh ya, Ayam Goreng Mbah Cemplung pusat berada di jalan alternatif menuju Desa Wisata Kasongan, melewati Madukismo, jadi tidak melewati Jalan Bantul.

Cabang Ayam Goreng Mbah Cemplung letaknya di Ring Road Selatan. Dari perempatan Ring Road Dongkelan, ke arah Barat (Madukismo). Sebelum perempatan ambil lajur kiri (sepeda motor) dan pasti akan terlihat papan nama Ayam Goreng Mbah Cemplung yang cukup besar.

Ayam-Goreng-Jawa-Mbah-Cemplung-Madukismo
Papan nama petunjuk (bantulmedia.com)

Dari situ kami belok kiri masuk jalan kecil tidak beraspal. Jika Ayam Goreng Mbah Cemplung (Pusat) letaknya di tengah desa (perkampungan), maka letak Warung Makan Ayam Goreng Mbah Cemplung (Cabang) ini  berada di tengah sawah. Nuansa pedesaan langsung terasa begitu masuk ke areal parkirnya yang cukup luas. Bangunan dan ornamennya pun mencirikan daerah pedesaan khas Bantul. Seperti tempat makan yang ramai lainnya, di dinding warung pun penuh dengan iklan berbagai produk. Meski demikian, tempatnya nyaman sehingga cocok untuk makan bersama keluarga, baik keluarga kecil maupun besar.

Menu (dokpri)
Menu (dokpri)

Menu utamanya sama dengan Ayam Goreng Mbah Cemplung yang ada di pusatnya sana. Ayam Goreng Jawa dengan sambal dan lalapan serta nasi yang pulen dan wangi.

Kami cukup beruntung karena warungnya tak seramai yang di pusat. Jadi kami leluasa memilih tempat dan menu sesuai selera kami. Tak berapa lama akhirnya pesanan kami pun datang. Tanpa babibu lagi kami ‘sikat’ ayam goreng pesanan kami. Ayam goreng yang gurih dan empuk, entah memakai resep rahasia apa yang jelas rasanya lezat sekali. Pheeww….. akhirnya kesampaian juga makan di Ayam Goreng Mbah Cemplung, meski di cabangnya.

Untuk tulisan selanjutnya, kita akan menikmati kuliner ndeso khas Bantul lainnya yaitu Mi Lethek.