Serunya Lavatour Merapi

Serunya Lava Tour Merapi
Masih ingat istilah “wedus gembel ?” Ya, istilah yang cukup populer bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya pada saat erupsi Gunung Merapi, terutama pada erupsi tahun 2006. Wedus gembel merupakan sebutan untuk awan panas yang keluar dari kawah merapi yang penampakannya menyerupai wedus gembel, salah satu jenis kambing.
Saat itu publik disuguhi kisah heroik Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih terkenal Mbah Maridjan sang juru kunci Gunung Merapi yang hingga akhir hayatnya setia menjaga merapi, bahkan sampai mengorbankan nyawanya. Mbah Maridjan sendiri akhirnya meninggal dan ditemukan dalam kondisi bersujud di sekitar rumahnya pada saat Merapi kembali erupsi pada tahun 2010 lalu.

Lavatour Merapi (dokpri)

Sisa-sisa keganasan erupsi merapi lain berupa bangkai sepeda motor, tulang belulang ternak hingga bunker Kaliadem yang pada saat erupsi tahun 2006 menewaskan 2 orang relawan semua masih bisa kita saksikan. Kesemuanya akan membuat kita berpikir bahwa tidak layak seorang manusia itu sombong. Betapa manusia tidak ada apa-apanya dibanding Sang Pencipta.

Kesemuanya bisa disaksikan melalui sebuah paket wisata bertajuk Merapi Lava Tour. Menggunakan Jeep Willys, wisatawan akan diajak berkendara melalui medan off road terjal melewati rute-rute sisa erupsi Merapi mulai dari Kaliurang, Kinahrejo, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem.

Medan offroad yang cukup aman untuk keluarga (dokpri)
Salah satu view di kawasan bungker (dokpri)

Perjalanan menggunakan jeep dan berbagai kendaraan adventurer ini akan sangat menyenangkan sekaligus menantang. Di sepanjang jalan wisatawan dapat menyaksikan sisa-sisa keganasan erupsi Merapi yang meluluhlantakkan Kinahrejo dan sekitarnya. Bekas hunian warga yang ambruk, timbunan material vulkanik berupa pasir dan kerikil, serta batu-batu berukuran besar yang dimuntahkan dari perut Merapi bisa ditemui di sepanjang jalan. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan diajak melewati jalur off road yang sangat menantang serta menyeberangi sungai.

Gunung Api Merapi yang terbelah menjadi salah satu view yang ditawarkan dalam Lava Tour Merapi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain ingin menikmati suasana desa, tujuan utama para wisatawan ini adalah ingin mengikuti trip lava tour yang ditawarkan para operator wisata di sana. Suasana desa di lereng Merapi dengan suasana dingin khas dataran tinggi.

Tersedia puluhan kendaraan jenis jeep dari beberapa operator wisata yang akan membawa para pelancong menyusuri beberapa area yang dulunya porak-poranda. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 350.000 per kendaraan hingga Rp 600.000 sudah termasuk asuransi dan sopir yang ahli yang akan memandu wisatawan. Biasanya 1 mobil dapat diisi hingga 4 orang dewasa.

Secara umum terdapat 4 pilihan rute yakni Short Trip, Medium Trip, Long Trip dan Sunrise Trip. Tempat start dan finish juga ada beberapa titik, antara lain di Tlogo Putri dan Kinahrejo.
Jika anda memiliki waktu bermalam di Kaliurang, anda bisa mengambil paket sunrise. Wisatawan yang akan mengikuti paket sunrise mulai 04.00 WIB kemudian akan diajak menikmati matahari terbit di seputaran lereng Merapi. Setelah menyaksikan sunrise, perjalanan akan dilanjutkan menuju Museum Sisa Erupsi, Batu Alien, serta Bunker Kaliadem. Tentu pengalaman yang menarik.

Area bekas terdampak erupsi Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta sangat cocok untuk wisata petualangan. Pelancong dapat berfoto sepuasnya di hamparan area berbatu. Terdapat bunker yang menjadi tempat perlindungan saat ada awan panas. Wisatawan juga bisa melihat aktifitas para penambang batu galian C di sungai-sungai bekas aliran lava merapi.

Suasana Museum Mini SIsa Hartaku (dokpri)
Papan Nama Museum (dokpri)

Spot lainnya museum mini sisa hartaku di Petung, Kepuharjo. Di museum ini pengunjung dapat menyaksikan benda-benda yang luluh lantak akibat awan panas Merapi. Jam dinding yang berhenti berdetak pada saat terkena erupsi, ada radio kompo yang leleh, sepeda motor yang hanya tinggal rangkanya, gelas, piring, teko dan peralatan rumah tangga lainnya yang terkena awan panas.

Perjalanan dengan menggunakan jeep butuh nyali karena memang memacu adrenalin. Jalan berbatu yang dilalui akan mengguncang jeep selama perjalanan. Beberapa kali akan melewati jurang yang cukup curam. Driver biasanya menawarkan masker untuk menutup hidung dari debu yang berterbangan. Jangan lupa melengkapi diri dengan kacamata hitam jika datang saat musim kemarau.

Dalam setiap rute yang dilalui selalu saja ada kejutan yang ditemui, seperti bertemu dengan kendaraan pengangkut batu, jeep para wisatawan lainnya serta aktifitas warga. Di beberapa tempat pemberhentian, wisatawan dapat membeli berbagai cenderamata yang ditawarkan para pedagang. Wisatawan juga dapat mengajukan rutenya sendiri kepada para sopir jeep.
Tentu kurang afdol ke Merapi tapi tidak mengunjungi bekas rumah mbah Marijan. Andapun bisa menuju ke sana dan akan ikut merasakan aura yang mungkin akan membawa pikiran anda kembali ke kejadian tahun 2010.
Selain menggunakan jeep, jika anda penyuka sepeda motor, anda bisa menyewa motor trail untuk mengeksplore semua spot. Bahkan spot-spot yang tidak bisa dijangkau dengan jeep pun akan bisa anda tuju. Tentu yang harus diingat jika anda tidak lihai mengendarai trail, opsi ini sangat tidak direkomendasikan karena terlalu berbahaya.